UAN

UAN merupakan program pemerintah untuk dunia pendidikan. UAN mempunyai ketetapan standarisasi tersendiri, dengan konsekuensi penambahan nilai pada tiap tahunnya. sejauh ini UAN dianggap sebagai media yang paling vital dalam menetapkan standarisasi nilai-nilai pada SD,SMP, dan SMA. namun, tidak sedikit kasus-kasus yang menyatakan bahwa UAN selama ini berjalan secara kotor. mengapa demikian? apakah karena standar itu sendiri, atau gengsi sekolah-sekolah bila murid mereka banyak tidak lulus ? siswa-siswi selalu merasa syok bila mau menghadapi UAN. UAN seperti setan yang mengahantui mereka. kenapa kita tidak mengambil cara lama dengan mengadakan EBTANAS. menurut saya pribadi, dengan adanya standarisasi hanya melalui wilayah regional masing-masing saja sudah cukup. seluruh pihak yang terkait dalam proses UAN tidak perlu berbuat “licin” seperti sekarang ini. jika mereka selalu melakukan “hal tersebut” apa jadinya penerus generasi bangsa ini. belum lagi masalah alokasi pembiayaan UAN, walaupun sekarang dana pendidikan telah ditingkatkan menjadi 20% dari APBN tapi tetap saja pengalokasian harus tetap diawasi. Dan yang paling saya sorot dari kasus UAN adalah tidak sedikit murid berprestasi ditingkat regional, nasional, bahkan internasional tidak lulus UAN. sudahkah hal ini pernah direnungi? dan tidak sedikit pula murid “pintar” lulus dari UAN. Ironis memang, tapi inilah kenyataan. bagi saya dalam menjawab soal UAN, faktor keberuntugan meraih posisi pertama. karena UAN terdiri dari soal-soal pilihan ganda.
perbedaan presepsi tentang UAN memang masih sering didengar walaupun UAN tersebut sudah dilaksanakan. tergantung dari arah sudut pandang masing-masing. HIC_Tia’08

Admin baru web KDMS

Siapa dia? cek terus web KDMS…!!

KDMS Tanggal, 20 April 2009

Pertemuan KDMS ketiga
Dimulai dengan diskusi mengenai Koalisi Politk, yang di presentasikan oleh Feri Riswandi dan Catur Citra L. walaupun terdapat banyak kekurangan, tapi itulah yang menjadi motivasi tersendiri bagi peserta KDMS. ‘untuk minggu depan KDMS mengangkat tema UAN, dengan topic masalah fungsi UAN sebagai standar nilai pendidikan nasional

Melestarikan Budaya Sungai

Oleh : Febri Abrar

Jika kita berkeliling Kota Banjarmasin di mana-mana akan menjumpai berbagai macam nama sungai . Sesuai dengan Ikon Kota Banjarmasin yang dikenal sebagai kota seribu sungai. Jadi tak heran jika orang banjar takkan pernah lepas dengan budaya sungainya sebab Satu hal yang mesti kita ketahui, sejak dari dulu seluruh aktivitas penduduk ( orang banjar ) selalu tak bisa lepas dengan sungai. Mulai dari aktivitas Mandi,cuci,kakus ( MCK) sampai dengan aktivitas yang lainnya. Maka dari itu tak heran jika Budaya sungai yang dimiliki menghasilkan sesuatu wujud kebudayaan material berupa Jukung,Rumah Lanting dsb. Baca entri selengkapnya »

Pengumuman

Kepada semua anggota KDMS yang memiliki blog atau website cuma belum tampil di Blogrool diharapkan meninggalkan commentnya di buku tamu. Nanti admin akan meng addnya. terima kasih

Diskusi Pemilu

Hari ini KDMS kembali melaksanakan diskusi mingguan yang dilaksanakan di Aula Perpustakaan pusat. Peserta yang hadir sebanyak 20 orang, terdiri dari angkatan 2008. Tema kali ini yang diangkat mengenai Pemilihan Umum yang baru saja berakhir minggu kemarin. Dari penyampaian penyaji dapat ditangkap bahwa pelaksanaan pemilu kali ini lebih diwarnai oleh tujuan para caleg untuk terpilih lebih untuk meraup keuntungan pribadi sendiri. Memang dalam fakta di lapangan banyak intrik-intrik yang dilakukan oleh caleg untuk memperoleh suara sebanyak-banyaknya. Bahkan di televisi sudah diberitakan ada caleg yang memberikan imbalan bagi para pemilih jika saat pemilu memberikan suara untuk dirinya. Baca entri selengkapnya »

Eksistensi Pengrajin Logam Nagara

Oleh : Erina Marsiana

Nagara merupakan salah satu wilayah yang berada di Kalimtan Selatan, tepatnya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Wilayah ini terkenal sebagai pusat perajin alat-alat logam di Kalimantan sejak ratusan tahun silam. Tidak ada angka tahun pasti yang menyebutkan kapan teknik pengolahan alat besi mulai dikenal di Nagara. Tapi yang pasti aktifitas pembuatan alat-alat logam masih berlangsung di nagara sampai sekarang. Menurut cerita, perajin logam nagara mendapatkan ilmunya dari perajin logam dari Cina yang di datangkan langsung oleh Mpu Jatmika pada masa kerajaan Dipa. Waktu itu perajin-perajin logam perunggu/kuningan dari Cina membuat sepasang patung perunggu untuk diletakkan di dalam Candi. Yang mana akhirnya Kerakaan Dipa kekuasaannya di pindah ke Nagara Daha (sampai sekarang). Perajin Nagara secara turun-temurun sekitar 8 generasi (sekitar 400 tahun yang lalu). Baca entri selengkapnya »

Lunturnya Budaya Lokal Dalam Upacara Khitan Muslim Banjar

Oleh : Elma Khairina

Khitan adalah praktek keagamaan yang dikenal luas dikalangan umat islam seluruh dunia. Bahkan sebelum Islam datang, khitan telah dipraktekkan lebih dulu dikalangan bangsa semit kuno. Begitu juga di Indonesia, khitan telah lama dipraktekkan sebelum Islam datang. dan setiap daerah memiliki warna serta tradisi tersendiri sesuai dengan budaya lokal daerah tersebut.

Di Kalimantan Selatan, istilah khitan dikenal dengan luas dengan sebutan basunat, yaitu merupakan hal yang penting , bahkan keislaman seseorang belum dianggap sempurna apabila orang tersebut belum basunat. Oleh karena itu orang- orang Banjar sejak masih anak- anak laki- laki berusia kira- kira 6- 12 tahun dan anak perempuan (usianya yang lebih muda dari laki- laki) telah disunat. Baca entri selengkapnya »

Transformasi Budaya di Kalimantan Selatan

Oleh : Bahruddin
Transformasi atau transformation adalah perubahan ( bentuk, sifat, dan fungsi ),( Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia 2002 ), makna transformasi kurang lebih mengubah stroktur dasar menjadi stroktur lahir dengan menerapkan kaidah transformasi tersebut. Perubahan-perubahan budaya yang terjadi di Kalimantan Selatan ini terjadi melalui proses secara alami ( transformasi ) nampak terlihat pada bentuk budaya yang selama ini berkembang di Kalimantan Selatan seperti bahasa, sistem mata pencaharian, bentuk arsetektur. Proses transformasi berlangsung akibat adanya pengaruh atau masuknya kebudayaan berasal dari luar Kalimantan Selatan sendiri. Baca entri selengkapnya »

UNSUR HISTORIS DAN BUDAYA DIBALIK IBADAH HAJI MASYARAKAT BANJARMASIN

Oleh : Akhmad Fauzi

Setiap tahun tercatat bahwa semakin meningkat jumlah masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Banjarmasin yang melaksanakan ibadah Haji. Walaupun di tengah krisis ekonomi yang melanda negara kita ini, namun hal itu tidak menyurutkan semangat masyarakat kita untuk pergi ber Haji.

Fenomena ini terjadi tidaklah semata-mata karena kuatnya unsur agamis pada masyarakat kita, melainkan ada faktor lain yang mendorong kuatnya keinginan masyarakat kita untuk berangkat Haji. Faktor lain itu diantaranya yaitu adanya unsur historis dan budaya yang memicu semangat masyarakat kita. Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.